<p style="text-align: justify;"><strong>Mangupura, 25 September 2026</strong> – Tim Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Sekar Jepun Kabupaten Badung memenuhi undangan sebagai narasumber dalam kegiatan <strong>“Orang Tua Sahabat Anak, Bersama Cegah Perundungan dan Kekerasan”</strong> yang dilaksanakan di <strong>SD Negeri 1 Gulingan</strong>, Kabupaten Badung, pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam membangun hubungan yang positif dengan anak serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Dalam kegiatan tersebut, Tim PUSPAGA Sekar Jepun Kabupaten Badung menyampaikan materi mengenai <strong>pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak</strong>, dengan menekankan pentingnya peran orang tua sebagai tempat aman pertama bagi anak. Materi mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap berbagai tanda yang ditunjukkan anak, karena anak tidak selalu menyampaikan secara langsung ketika sedang menghadapi masalah. Perubahan perilaku, seperti menjadi lebih pendiam, mudah marah, menarik diri, kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai, atau menunjukkan keengganan untuk pergi ke sekolah, dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan oleh orang tua.</p> <p style="text-align: justify;">Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perundungan, termasuk bentuk-bentuk perundungan yang dapat terjadi secara <strong>fisik, verbal, sosial, maupun digital</strong>. Perundungan tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami pengalaman dan perasaan anak secara lebih menyeluruh. Dalam menghadapi anak yang mengalami masalah, orang tua didorong untuk menerapkan <strong>respons yang aman</strong>, yaitu dengan mendengarkan cerita anak, tetap tenang, melakukan validasi terhadap perasaan anak, menanyakan bantuan yang dibutuhkan, serta mencari langkah penyelesaian bersama. Orang tua juga diingatkan untuk menghindari respons yang menyalahkan, meremehkan, mengancam, maupun mendorong anak untuk membalas kekerasan. Materi juga menekankan bahwa orang tua tidak harus selalu memiliki solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi anak. Terkadang, anak membutuhkan dukungan sederhana berupa kesediaan orang tua untuk mendengarkan, memberikan rasa percaya, dan memastikan bahwa anak tidak menghadapi masalah seorang diri. Dengan demikian, orang tua dapat menjadi <strong>“tempat aman pertama”</strong> bagi anak ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman atau tidak aman.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, diperkenalkan <strong>Empat Pilar Orang Tua Sahabat Anak</strong>, yaitu hadir dan mendengarkan, aman secara emosional, tegas tanpa kekerasan, serta terhubung dan bertumbuh bersama. Keempat pilar tersebut menekankan pentingnya kedekatan, perlindungan, penerapan aturan tanpa kekerasan, dan kolaborasi antara orang tua dengan anak dalam membangun hubungan yang sehat. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua semakin memahami bahwa pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Dengan komunikasi yang terbuka, pola pengasuhan yang positif, serta kehadiran orang tua dalam kehidupan anak, diharapkan tercipta lingkungan yang mendukung anak untuk tumbuh, berkembang, dan merasa aman. Kegiatan <strong>“Orang Tua Sahabat Anak, Bersama Cegah Perundungan dan Kekerasan”</strong> sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan PUSPAGA Sekar Jepun Kabupaten Badung dalam mewujudkan perlindungan anak serta membangun keluarga yang ramah dan aman bagi anak.</p>
Tim PUSPAGA Sekar Jepun Kabupaten Badung Jadi Narasumber pada Kegiatan yang bertajuk “Orang Tua Sahabat Anak” yang diselenggarakan oleh SD Negeri 1 Gulingan untuk Orang tua Siswa
25 Sep 2026