<h3> <img src="/assets/CKImages/images/Monumen-Ground-Zero-Bali.jpg" style="margin-right: 10px; float: left; width: 100px; height: 100px;" /><span style="color: rgb(255, 0, 0);">PENETAPAN SEPULUH DESA WISATA SEBAGAI ALTERNATIF PARIWISATA KABUPATEN BADUNG</span></h3> <p> <span style="color: rgb(0, 0, 128);">Narasi : putu arsa putra</span></p> <p>  </p> <p> <span style="color: rgb(255, 0, 0);">A. Konsistensi Pariwisata Kabupaten Badung.</span></p> <p style="text-align: justify;"> Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati (GIRIASA)  tidak pernah diam, Badung selalu bergerak dan bekerja dengan melakukan inovasi-inovasi yang kreatif dengan mengembangkan beberapa wilayah desa untuik dijadikan daerah tujuan wisata yang disebut dengan DESA WISATA. Penetapan beberapa desa ini tentu telah mempertimbangkan beberapa aspek dalam upaya dikembangkannya desa-desa dimaksud dijadikan desa wisata. Salah satu Grand Design Desa Wisata yang akan dikembangkan adalah Desa Wisata Penarungan yang digagas dengan gaya lebih modern, namun tetap mengkolaborasikan dengan model tradisional. Pengembangan beberapa desa wisata ini bertujuan meningkatkan kualitas wilayah-wilayah dimaksud sekaligus menggali dan memanfaatkan potensi wilayah kearah yang lebih maju, mengingat Kabupaten Badung sebagai daerah tujuan wisata dunia. Memang harus diakui Badung merupakan wilayah yang kehidupan masyarakatnya  hampir 80 % lebih tergantung dan ditopang oleh pariwisata. Oleh karenanya Bupati Badung tidak pernah diam untuk selalu membuat terobosan-terobosan dibidang kepariwisataan dan menserasikannya dengan lingkungan yang ada seperti; selalu menjaga ekologi wilayah, budaya, adat, tradisi dan agama yang mendasari tata kehidupan masyarakat Badung dan Bali pada umumnya.</p> <p style="text-align: justify;"> <span style="color: rgb(255, 0, 0);">B. Peran Pemerintah Daerah.</span></p> <p style="text-align: justify;"> Beruntung sekali wilayah Kabupaten Badung memiliki banyak area yang berpotrnsi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata terbarukan. Sebut saja diantaranya Desa Belok Sidan yang rencananya oleh Provinsi akan dibangun sebuah bendungan yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber pengairan di wilayah Badung, selain itu tentu dapat juga dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata bahari,  Desa Nungnung dengan air terjunnya juga bisa dikembangkan lebih luas sebagai daerah agro wisata, Plaga dengan Jembatan fenomenalnya yaitu Jembatan Tukad Bangkung (<span style="color: rgb(255, 0, 0);">menurut penulis sering sebut dengan</span>  " <span style="font-size: 14px;"><strong><span style="color: rgb(255, 0, 0);">Jembatan Giri Manguparaja </span></strong></span>" ) sebagai tempat pelaksanaan berbagai festival, perkemahan, off road, cross country, touring dan sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;"> Selain desa dimaksud diatas ada beberapa Desa lagi yang patut dikembangkan dan dimanage sebagai obyek wisata terbarukan daintaranya; Desa Carangsari dengan jejak-jejak sejarahnya, Desa penarungan, Desa Blahkiuh dengan wisata kulinernya, di Desa Blahkiuh kini bermunculan warrung dan rumah makan ditambah letaknya yang strategis antara Taman Ayun dan Sangeh. Dengan mengembangkan desa-desa dimaksud sebagai obyek wisata yang baru maka hamipi seluruh desa di Kabupaten Badung tercipta sebagai daerah wisata yang pada akhirnya membuat kalangan wisatawan tidak akan merasa bosan melakukan perjalanan wisata di wilayah Kabupaten Badung. Kondisi ini tentu akan menjadikan Badung sebagai<span style="color: rgb(255, 0, 0);"> <em><strong>"Regency Of Tourism"</strong></em></span> dan secara tidak langsung akan memberikan tuntutan dan motivasi bagi masyarakat di sekitarnya untuk berinisiatif dan berkarya dalam memanfaatkan peluang yang ada di daerahnya masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;"> Untuk mewujudkan itu semua partisipasi masyarakat menjadi syarat utama dalam pengembangannya, disamping itu juga campur tangan pemerintah menjadi sesuatu yang mutlak membantu pengembangan dan pembangunan desa-desa dimaksud yang digali, dibangkaitkan dan dimanfaatkan potensinya demi terwujudnya keseimbangan wilayah Di Kabupaten Badung serta tercapainya masyarakat yang lebih sejahtera.</p> <p style="text-align: justify;"> <span style="color: rgb(255, 0, 0);">C. Keterlibatan Desa Adat dan Pelaku Pariwisata.</span></p> <p style="text-align: justify;"> Dalam pengembanganb obyek wisata yang terbarukan di wilayah Kabupaten Badung, dalam hal ini Pemda Badung sebaiknya bersikap lebih bijak dalam artian pengembangan, pembangunan dan pengelolaannya harus lebih  memperhatikan kepentingan masyarakat setempat dan bila perlu ikut melibatkan peran serta Desa Adat juga tidak melupakan pelaku pariwisata sebagai pengguna jasa (sebagai pembeli, pengguna, dan promotor) dari obyek wisata tersebut. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa keberlanjutan dan keberhasilan dari manajemen pariwisata tidak terlepas dari keterkaitan antara Pemerintah, Desa Adat dan Pelaku Pariwisata (Tour operator atau Tour Agent) yang ada di Badung dan Bali pada umumnya.------<span style="font-size: 10px;"><em><strong>admin bidang dalduk</strong></em></span>---</p> <p style="text-align: justify;">  </p> <p style="text-align: justify;"> Catatan:<strong style="font-size: 10px; color: rgb(128, 0, 128);"> harapan penulis tiada lain demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Badung.............!!</strong></p>
Sepuluh Desa Wisata
11 Oct 2018